Minggu, 19 Mei 2013

Tugas BK Dalam Membantu Siswa Menuju Keberhasilan Belajar


Selamat Datang Diblog Kami mudah-mudahan artikel ini bermanfaat
1
Foto
SEBANYAK 300 orang peserta, Senin (11/3/2013) hadir sebagai peserta seminar nasional dan workshop yang digagas Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (Prodi BK UPI) dan Asosiasi Bimbingan dan Konseling (ABKIN) Pengurus Daerah Jawa Barat. Seminar ini secara khusus membahas optimalisasi peran dan fungsi bimbingan dan konseling dalam kurikulum tahun 2013, kurikulum yang menekankan pada model pembelajaran tematik dan penguatan pada pembangunan karakter, mengkaji berbagai permasalahan terkait perubahan peran, fungsi, dan tugas BK di sekolah.
Kegiatan berlangsung hingga Selasa (12/3/2013), di Balai Pertemuan UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Berkaitan dengan perayaan 50 tahun Prodi BK UPI, acara ini juga diisi dengan kegiatan temu kangen/reuni alumni jurusan/prodi BK FIP/SPs UPI program PGSLP, PGSLA, D3, Sarjana Muda, S1, S2, S3, dan PPG BK/PPK dari semua angkatan/generasi.
Guru Besar BK UPI, Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia yang juga Rektor UPI Prof. Dr. H. Sunaryo Kartadinata, M.Pd., mengatakan, hal yang mendasar yang menjadi ranah bimbingan konseling adalah kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan, sesuai dengan Pasal 1 (1) UU No. 20/2003.
Kekuatan spiritual keagamaan merupakan nilai abadi dan hakiki; pengendalian diri adalah pilihan, keputusan  dan tanggung jawab; kepribadian adalah warga negara, jati diri kultural, daya adaptasi; kecerdasan yaitu pilihan dan tindakan  tangkas dalam konteks dan makna; akhlak mulia adalah perilaku baik dan benar; universal-lokal, serta keterampilan adalah penguasaan iptek dan kecakapan berpikir tinggi, ujar Prof. Sunaryo.
“Kerangka kebijakan dalam rangka implementasi kurikulum 2013, setidaknya harus melakukan perubahan mind set secara menyeluruh, tentang pendidikan bangsa, yang didasarkan atas pemaknaan utuh atas aspek-aspek filosfis dan kerangka pikir pendidikan yang terkandung dalam UU Sisdiknas, merumuskan Kerangka Kerja Sistem Pendidikan Nasional secara komprehensif yang konsisten dengan makna filosofis-yuridis, menata sumber daya pendidikan yang profesional, terbebas dari kekangan budaya jalan pintas, atau tarikan politik sehingga mampu mewujudkan manajemen pendidikan atas dasar pemahaman utuh atas filosofi dan makna pendidikan, dan melakukan riset pendidikan yang berhasil guna untuk mewujudkan pendidikan sebagai proses pemberdayaan dan pembudayaan manusia Indonesia,” kata Prof. Sunaryo.
Guru Besar BK UNNES Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd.,Kons., mengatakan konseling sebagai profesi bantuan adalah konsep yang melandasi peran dan fungsi konselor di masyarakat dewasa ini. Konseling adalah profesi bantuan yang anggotanya dilatih khusus, memiliki lisensi atau sertifikat, untuk melakukan layanan unik yang dibutuhkan masyarakat.
Kurikulum 2013 dirancang untuk mempersiapkan insan Indonesia memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia, ujar Prof. Mungin yang juga Ketua Umum PB ABKIN.2
Kurikulum 2013 dalam implementasinya akan dapat menimbulkan masalah bagi peserta didik SMA/MA dan SMK yang tidak mampu di dalam menentukan pilihan arah peminatan kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran secara tepat, dampaknya kesulitan belajar dan kecenderungan gagal dalam belajar dapat terjadi.
Penentuan arah peminatan siswa hendaknya sesuai dengan kemampuan dasar, bakat, minat dan kecenderungan pilihan peserta didik, agar proses belajar berjalan dengan baik dan berhasil dalam belajar. Oleh karena itu, pelayanan BK mempunyai peranan penting dalam membantu siswa memilih dan menentukan arah peminatan  kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran agar dapat menentukan pilihan sesuai kemampuan potensi dirinya dan berhasil dalam belajar.
Pelayanan BK dalam kurikulum 2013 mempunyai tugas khusus di SD/MI, dan SMP/MTs, membantu siswa meminati mata pelajaran yang harus dipelajari dan diikuti selama pendidikan dan menyiapkan pilihan studi lanjutan, di SMA/MA dan SMK, membantu siswa memilih dan menentukan arah peminatanan kelompok mata pelajaran, arah pengembangan karir, dan menyiapkan diri serta memilih pendidikan lanjutan ke PT sesuai dengan kemampuan dasar umum, bakat, minat dan kecenderungan pilihan masing-masing siswa. (Dodiangga)
Terimakasih Atas Kunjungan Anda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar